Skip to content

INDAHNYA RAMADHAN

December 13, 2012

(Pernah Dimuat Radar Banyuwangi)

Oleh : KHONITA (*)

 “Ku datangkan kepadamu bara api dosaku ‘tuk kau sejukkan dengan embun cinta dan kasih sayangmu” sebuah SMS melayang dari seorang teman ke ponselku. Sejenak aku terpekur membaca SMS tersebut. Sebuah tanda indahnya persahabatan yang diilhami dari kedatangan bulan suci romadhon.

Romadhon sendiri berasal dari kata romdhon, dalam beberapa kamus disebutkan bahwa kata tersebut berarti bara api yang panas. Kadang ‘kesalahan’ itu juga merupakan bara api yang membakar relung-relung jiwa, yang ciptakan emosi dan kemarahan. SMS tersebut juga mengingatkan bahwa bulan romadhon adalah training atau pelatihan untuk menciptakan embun-embun cinta dan kasih sayang dalam jiwa; yang dapat menyejukkan panasnya dosa manusia.

Mengapa? Bulan suci romadhon adalah bulan yang berisi ibadah-ibadah yang bermakna multi-dimensional; bukan hanya dimensi emotional-spiritual tetapi juga dimensi sosial. Ada dua ibadah yang diwajibkan di bulan suci ramadhan; ibadah tersebut adalah ibadah puasa dan zakat fitrah. Dalam artikel ini, penulis akan membahas dua ibadah tersebut.

Puasa sebagai Pengendalian Diri

Puasa dalam bahasa Arab berarti shoum; berasal dari akar kata shoma – yashumu – shouman atau ‘menjaga’ atau menahan diri dari yang membatalkan ibadah puasa dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya “Rahasia Sukses untuk Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” menyatakan bahwa puasa merupakan latihan untuk pengendalian diri. Latihan-latihan tersebut untuk mencapai lima tujuan pokok pertama, untukmeraih kemerdekaan sejati.Ibadah puasa adalah manahan diri untuk tidak melayani ego yang cenderung mengambil jalan pintas dalam mencapai tujuan. Ego yang membelenggu dapat menutup mata dan telinga sehingga tidak menyadari bahwa ia terjerumus di dalam jurang kehancuran. Inilah kemerdekaan sejati yang dihasilkan dari pelatihan puasa yang rutin dan sistematis.

Kedua, membangun kecerdasan emosi-spiritual yang tangguh. Salah satu rukun puasa adalah niat. Dengan niat, puasa bermakna bukan hanya menahan diri dari makan dan minum tetapi juga mampu menahan emosi yang menandakan kecerdasan emosional manusia. Ketiga, mengendalikan suasana hati.  Maksudnya adalah prinsip untuk tetap tenang pada saat mengadapi provokasi dan tekanan. Puasa dalamtujuan ini harus didudukkan sebagai pelatihan untuk menolak pikiran-pikiran negatif sehingga dapat berfikir secara logis dan produktif.

Keempat, meningkatkan kecakapan emosi. Puasa adalah ibadah yang dilakukan secara terus menerus setiap bulan ramadhan. Secara psikologis, manusia tumbuh secara fisik dan juga berkembang secara mental. Ibadah puasa yang dilakukan satu tahun sekali membantu pertumbuhan dan perkembangan manusia untuk lebih baik. Dengan berpuasa di bulan ramadhan, seorang muslim akan berkembang lebih baik dari tahun ke tahun.

Kelima, pengendalian prinsip; jangan meremehkan ritual tidak makan dan tidak minum selama puasa; sebab hal ini adalah pelatihan untuk mempertahankan sebuah prinsip. Makan dan minum sudah menjadi bagian dalam hidup. Orang lapar kalau tidak makan dan dahaga kalau tidak minum. Oleh sebab itulah makan dan minum sudah menjadi kebiasaan; dengan sebuah niat untuk menantang kebiasaan berarti melatih diri untuk mempertahankan sebuah prinsip.

Kalau dilihat dari kelima tujuan pokok puasa tersebut dapat dilihat betapa agung aturan yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebuah aturan yang bukan hanya menjadi tanda penyerahan diri kepada-Nya tetapi juga bermanfaat bagi diri manusia sendiri.

Zakat sebagai Ketangguhan Sosial

Ibadah yang dilakuan di bulan ramadhan adalah zakat fitrah. Secara harfiah zakat berarti penyucian atau penyucian harta benda dengan jalan mengeluarkan sebagian harta dalam prosentase tertentu. Zakat fitrah sendiri merupakan peribadahan untuk menyempurnakan ibadah puasa. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pahala orang yang berpuasa di bulan ramadhan masih tertahan di langit; ketika mereka belum menunaikan pembayaran zakat fitrah.

Lingkungan sosial adalah sebuah aset untuk mendukung keberhasilan. Padahal kehidupan manusia diciptakan dalam keberbedaan; Karl Marx, failosof sosial modern, membagi kelompok manusia menjadi kaum borjuis dan kaum proletar. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kaum borjuis adalah kaum yang bermodal atau yang kaya. Sebaliknya, kaum proletar adalah kaum papa dan tidak bermodal. Satu sama lain saling mencurigai akibat masalah ‘yang kurang’ dan ‘yang lebih’ sehingga memunculkan konflik.

Ibadah zakat menciptakan prinsip-prinsip yang menghilangkan kecurigaan-kecurigaan tersebut. Dengan memberi sebagian dari harta benda pada hakekatnya adalah mentransfer fitrah manusia menjadi sebuah tindakan; zakat adalah perhatian dan penghargaan kepada orang lain; zakat adalah memahami perasaan orang lain dan mendengarkan keluh kesahnya. Zakat adalah menciptakan sikap toleran dan suka menolong dalam diri manusia.

Apabila zakat dapat dimaknai dengan hal tersebut maka cairlah suasana kaku antara kaum borjuis dan kaum proletar. Lalu muncullah keseimbangan sosial yang didasarkan potensi spiritual dalam peribadahan hamba.

Di sisi lain, zakat merupakan metode pembelajaran agar seseorang memiliki kesadaran diri sebagai salah satu bagian dari lingkungan sosial. Bersikap emphatis dan memahami orang lain adalah bagian dari hikmah prinsipil  zakat.

Demikianlah dua ibadah yang bersifat multi-dimensi di bulan Ramadhan. Sangatlah tepat kiranya harapan seorang sahabat Nabi ketika ia mengandaikan tentang indahnya dunia jika semua bulan adalah Ramadhan. Sebab, di bulan ramadhan ada rahmat, berokah dan juga ampunan dari dzat yang maha pengasih dan pemurah. Wallahu’alam bi showwab.

——————————————–

(*) KHONITA adalah Guru di MI NU Sidorejo I ; Mantan Ketua Umum PC IPPNU Banyuwangi.

From → Artikel Qur an

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: